Selasa, 14 Januari 2014

JURNAL ANALISIS GAMBARAN LAMA KERJA DAN KERJA SHIFT DENGAN STRESS KERJA PADA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR



ANALISIS GAMBARAN LAMA KERJA DAN KERJA SHIFT DENGAN STRESS KERJA PADA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR

Supriadi

1Takdir Tahir, 2Andi Arnoli, 3Supriadi

1Nursing Departement, Medical Faculty Hasanuddin University Makassar, Indonesia
2School of Health Sciences (STIK) Makassar
Nursing Department

Abstrak
Keperawatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang menjadi bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan. Perawat selalu mengadakan interaksi langsung dengan pasien, keluarga, tim kesehatan dan lingkungannya. Stres akibat kerja didefinisikan sebagai respon emosional dan fisik yang bersifat mengganggu atau merugikan yang terjadi pada saat tuntutan tugas tidak sesuai dengan kapabilitas, sumber daya, atau keinginan pekerja

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama kerja dan kerja shift dengan stress kerja pada perawat pelaksana di RSUD Labuang Baji Kota Makassar.

Jenis penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan obsarvasional. Sampel adalah perawat sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling, pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner.

Hasil penelitian menunjukan bahwa lama kerja yang paling banyak yaitu 26 oarng (81,3), shift kerja yang paling banyak yaitu malam dan siang masing-masing sevbanyak 11 orang (34,4%) dan stress kerja yang paling banyak yaitu yg tidak mengalami stress sebanyak 30 orang (93,8%).

Disimpulkan bahwa dari variabel lama kerja, shift kerja dan stress kerja di RSUD Labuang Baji Kota Makassar tidak bermasalah secara signifikan bila dilihat dari hasil penelitian, maka disarankan tetap ada tidak lanjut atas masi adanya stress kerja yang dialami perawat akibat dari shift malam.

Kata kunci       ; Stress Kerja, Lama Kerja, Kerja Shift


Pendahuluan
Stres adalah kondisi fisik dan psikologis yang disebabkan karena adaptasi seseorang pada lingkungannya. Selain itu, stres adalah “persiapan yang tidak disadari” oleh seseorang untuk menghindar atau menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungannya. Stres akibat kerja didefinisikan sebagai respon emosional dan fisik yang bersifat mengganggu atau merugikan yang terjadi pada saat tuntutan tugas tidak sesuai dengan kapabilitas, sumber daya, atau keinginan pekerja. Seseorang dapat di kategorikan mengalami stres kerja, apabila stres yang dialami melibatkan juga pihak organisasi perusahaan tempat orang yang bersangkutan bekerja
Stres kerja dapat berdampak buruk pada kondisi kejiwaan apabila tidak dilakukan penanggulangan. Stres dapat menimbulkan bermacam-macam dampak yang merugikan mulai dari menurunnya kesehatan sampai pada di deritanya suatu penyakit. Tuntutan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau keterampilan pekerja dan aspirasi yang tidak tersalurkan serta ketidakpuasan kerja dapat merupakan penyebab timbulnya stres. Misalnya kerja shift malam yang menyebabkan gangguan fisik dan emosi. Selain kerja shift hal lain yang dapat menimbulkan stres adalah beban kerja dan lingkungan kerja. Dampak buruk lain yang dapat ditimbulkan jika seorang perawat mengalami stres ialah dapat mengganggu interaksi sosialnya, baik itu dengan rekan kerja, dokter maupun pasien. Efektivitas kerja dapat pula menjadi terganggu, karena pada umumnya apabila seseorang mengalami stres, maka akan terjadi gangguan baik itu pada psikologisnya maupun keadaan fisiologisnya (Murni, 2012)
Peran perawat adalah mengenal serta menegakkan diagnosa yang tepat dan dini bila menemukan kelainan tertentu pada pasien, memeberikan perawatan dan memulihkan kesehatan pasien, guna memulihkan kemandiriannya, untuk dapat memberikan asuhan keperawatan dengan baik, ada beberapa karakteristik yang mempengaruhi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yaitu; pengetahuan, pengalaman/lama kerja, sikap, usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status perkawinan (Melda, 2010).
Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun swasta. Rumah sakit di dalam menjalankan fungsinya diharapkan dapat memperhatikan fungsi sosial dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat

Metodologi Penelitian
Rancangan penelitian yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan rancangan observesional dengan bertujuan untuk mengetahui analisis gambaran lama kerja perawata dan kerja shift dengan stres kerja perawat yang berada di ruangan pelaksana di RSUD Labuang Baji Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel secara Accedental sampling.
Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Data yang didapatankan kemudian dianalisis dengan analisis univariat, Analsisi univariat dilakukan untuk mengambarkan tiap variabel dari hasil penelitian dengan menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel.

Hasil Penelitian
Karakteristik sampel
1.    Tabel 1 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Umur Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar
Umur
f
%
23 Tahun
24 Tahun
25 Tahun
26 Tahun
27 Tahun
28 Tahun
29 Tahun
30 Tahun
31 Tahun
32 Tahun
33 Tahun
34 Tahun
35 Tahun
40 Tahun
45 Tahun
47 Tahun
1
2
4
1
1
6
3
2
3
2
1
1
2
1
1
1
3,1
6,3
12,5
3,1
3,1
18,8
9,4
6,3
9,4
6,3
3,1
3,1
6,3
3,1
3,1
3,1
Jumlah
32
100,0
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah umur sampel terbanyak adalah 28 tahun yaitu 6 orang (18,8%) dan terendah yaitu umur 23 tahun, 26 tahun, 37 tahun, 33 tahun, 34 tahun, 40 tahun, 45 tahun dan 47 tahun dengan jumlah masing-masing sebanya 1 orang (3,1%).
2.    Tabel 2 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar
Jenis Kelamin
f
%
Laki-laki
Perempuan
11
21
34,4
65,6
Jumlah
32
100,0
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampel terbanyak adalah perempuan yaitu 21 orang (65,6%) dan jumlah laki-laki sebanyak 11 orang (34,4%).
3.    Tabel 3 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar
Pendidikan
f
%
S2
Ners
S1
D3
1
2
5
24
3,1
6,3
15,6
75,0
Jumlah
32
100,0
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pendidikan sampel adalah s2 sebanyak 1 orang (3,1%) dan Ners sebanyak 2 orang ( 6,3), S1 sebanyak 5 orang (15,6%) dan D3 sebanyak 24 orang (75,0).




Analisis Univariat
1.    Tabel 4 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Lama Kerja Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar
Lama Kerja
f
%
Lama
Baru
26
6
81,3
18,8
Jumlah
32
100,0
Hasil penelitian menunjukkan bahwa status Lama kerja yang paling banyak yaitu Lama sebanyak 26 orang (81,3%) dan baru sebanyak 6 orang (18,8%).
2.    Tabel 5 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Shift Kerja Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar.
Shift Kerja
f
%
Malam
Siang
Pagi
11
11
10
34,4
34,4
31,3
Jumlah
32
100,0
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa shift kerja yang paling banyak yaitu malam dan siang dengan masing-masing  sebanyak 11 orang (34,4%) dan pagi sebanyak 10 orang (31,3%).

3.    Tabel 6 Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Stres Kerja Di RSUD  Labuang Baji Kota Makassar.
Stres Kerja
f
%
Stress
Tidak Stress
2
30
6,3
93,8
Jumlah
32
100,0
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stress kerja yang paling banyak yaitu tidak stress sebanyak 30 orang (93,8%) dan stress sebanyak 2 orang (6,3%),




Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis gambaran lama kerja dan pola kerja shift dengan stress kerja pada perawat pelaksana di RSUD Labuang Baji Kota Makassar, maka pembahasan sesuai variabel yang diteliti adalah sebagai berikut:
1.    Hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian diare
Lama Kerja yang dimaksut dalam penelelitian ini adalah lama pengabdian seorang perawat pada rumah sakit.
Peneliti ini menganalisis 32 sampel dalam penelitian. Dari Lama kerja yang paling banyak yaitu Lama sebanyak 26 orang (81,3%) dan baru sebanyak 6 orang (18,8%).
Hasil penelitian menunjukan yang bekerja sudah lama atau lebih dari 3 tahun sebanyak 26 orang namu hanya 1 orang yang mengalami stress alasan mereka mengatakan tidak mengalami stress karena pekerjaan yang mereka lakukan sudah menjadi kebasaan keseharian yang mereka tidak pernah menganggap sebagai beban dalam kehidupannya
2.    Kerja Shift
Kerja shift yang dimaksut dalam penelelitian ini adalah system shift kerja yang berlaku di Rumah Sakit dengan pendekatan pada metropolitan (2-2).
Peneliti ini menganalisis 32 sampel dalam penelitian. Dari shift kerja yang paling banyak yaitu malam dan siang dengan masing-masing  sebanyak 11 orang (34,4%) dan pagi sebanyak 10 orang (31,3%)
Shif kerja adalah semua pengaturan jam kerja, sebagai pengga.nti atau sebagai tambahan kerja siang hari sebagaimana yang biasa dilakukan (Alawiyah, 2009).
Namun demikian ada pula definisi yang lebih operasional dengan menyebutkan jenis kerja shift itu. Kerja shift disebutkan sebagai pekerjaan yang secara permanen, atau sering pada jam kerja yang tidak biasa atau bekerja pada jam yang berubah-ubah termasuk jam kerja yang tidak teratur (Alawiyah, 2009).
Variabel utama manusia yang berkaitan dengan kerja shift adalah circadian rhytm. Kebanyakan fungsi tubuh manusia berjalan secara ritmik dalam siklus 24 jam. Inilah yang disebut circadian rhytm (ritme sirkadian). Fungsi-fungsi tubuh yang meningkat pada siang hari dan menurun pada malam hari termasuk temperatur tubuh, detak jantung, tekanan darah, kemampuan mental, produksi adrenalin, dan kemampuan fisik
Selain itu disebutkan bahwa kerja shift malam akan berdampak pada respon fisiologis tubuh, efek sosial, dan efek penampilan (kerja) (Alawiyah, 2009).
Menurut Cooper (dalam Munandar, 2001), faktor instrinsik dalam pekerjaan berupa tuntutan tugas dapat menyebabkan stress kerja. Shift kerja merupakan salah satu tuntutan tugas pada perawat sehingga hal tersebut dapat menyebabkan stress kerja pada perawat. Menurut Jewel dan Marc (1998) giliran dari pola hidup yang biasa bagi kebanyakan orang dewasa. Semua itu dapat mengakibatkan stress kerja dan mungkin memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan perawat. Menyatakan bahwa giliran kerja malam seringkali dikaitkan dengan gangguan kesehatan yang banyak dilaporkan termasuk juga kelelahan dari pada giliran kerja pagi hari( Nadia S, 2012)
3.    Stres Kerja
Stress kerja pada penelitian ini adalah kondisi, persepsi/perasaan internal yang dialami oleh perawat terhadap status pekerjaan yang begitu berat.
Sters merupakan emosi ganda (multi emotio) yang bukan emosi tunggal. Menurut Dwight (2004), stres adalah suatu perasaan ragu terhadap kemampuannya untuk mengatasi sesuatu karena persediaan yang ada tidak dapat memenuhi tuntutan kepadanya. Dwight menekankan pengertian stres pada perasaan ragu atau cemas terhadap keammpuannya
Peneliti ini menganalisis 32 sampel dalam penelitian. Dari stress kerja yang paling banyak yaitu tidak stress sebanyak 30 orang (93,8%) dan stress sebanyak 2 orang (6,3%).
Bilah dihubungan dengan shift kerja yang mengalami stress 2 orang tersebut maka dapat disimpulkan bahwa yang mengalami stress kerja rata-rata dari para perawat yang melakukan shift kerja malam
Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan :
1.  Hasil penelitian ini menunjukan lama kerja yang paling banyak yaitu perawat yang sudah bekerja lama sebanyak 26 orang (81,3%) dan yang baru sebanyak 6 orang (18,8%) di RSUD Labuang Baji Kota Makassar.
2.  Hasil penelitian ini menunjukan shift kerja  yang paling banyak yaitu shift malam dan siang yaitu masing-masing sebanyak 11 orang (34,4%) dan yang shift pagi sebanyak 10 orang (31,3%) di RSUD Labuang Baji Kota Makassar
3.  Hasil penelitian ini menunjukan Stres kerja yang paling banyak yaitu yang tidak stres sebanyak 30 orang (93,8%) dan yang stres sebanyak 2 orang (6,3%) di RSUD Labuang Baji Kota Makassar
Saran
1.    Diharapkan pihak RSUD Labuang Baji dapat menyikapi masi adahnya stress kerja yang dialami perawat di Rumah Sakit dengan melakukan evaluasi kerja dalam bentuk evaluasi shift kerja karena yang mengalami stress kerja yaitu yang melaksanakan shift malam.
2.    Disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat mengambil variabel lain dalam melihat stress kerja perawat dan meningkatkan jumlah sampel.
Daftar Pustaka
Alawiyah T, 2009, Gambaran Gangguan Pola Tidur Pada Perawat Di Rs. Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2009. Skripsi diterbitkan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Haryono W, dkk, 2009, Hubungan Antara Beban Kerja, Stres Kerja dan Tingkat Konflik dengan Kelelahan Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI Kota Yogyakarta., Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Diakses tangal 8 februari 2013.
Hidayat Alimul A. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data, Salemba Medika, Jakarta.
Hawari D, 2011, Manajemen Stres Cemas dan Depresi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Komisional Etik Penelitian Kesehatan, Etik Penelitian Kesehatan. http://www.knepk.litbang.depkes.go.id/knepk/ di akses tangal 26 februari 2013.
Melda Elvaida, 2010, Hubungan Karakteristik Perawat Terhadap Asuhan Keperawatan Lanjut Usia Di Sub Instansi Rawat Inap A Rspad Gatot Soebroto Dikesad, skripsi diterbitkan, Universitas Esa Unggul, Jakarta.
Nadia Selvia, 2012, Perbedaan Stress Kerja Ditinjau Dari Shoft Kerja Pada Perawat Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Diterbitkan, Fakultas Psikologis Universitas Airlanga Surabaya.
Notoatmodjo S. 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Puji Esse, dkk. 2013. Panduan Penulisan Skripsi Edisi 9 Makassar. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar. Tidak di Publikasikan.
Rasmun, 2009, Stres, Koping dan Adaptasi, CV. Sagung Seto, Jakarta.
Simamora Roymond H, 2009, Buku Ajar Manajemen Keperawatan, Penerbit Buku Kedokteran ECG, Jakarta.

Saam Z, dkk, 2012, Psikologi Keperawatan, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Tri Budiyanto, dkk, 2010, Hubungan Kebisingan Dan Masa Kerja Terhadap Stress Kerja Pada Pekerja Di Bagian Tenun “ Agung Saputra Tex” Piyungan Bantul Yogyakarta, Diterbitkan, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
1.    Widodo S, 2009, Hubungan Antara Karakteristik Perawat Dengan Stress Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI Kota Yogyakarta, Jurnal Kesehatan, Diterbitkan. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar