Sabtu, 17 Januari 2015

ASUHAN KEPERAWATAN APPENDISITIS


KONSEP MEDIS
APPENDISITIS
A.    PENGERTIAN
Apendisitis merupakan peradangan pada apendik periformis. Apendik periformis merupakan saluran kecil dengan diameter kurang lebih sebesar pensil dengan panjang 2 - 6 inci. Lokasi apendik pada daerah illiaka kanan, di bawah katup iliacecal, tepatnya pada dinding abdomen di bawah titik.
Apendiks atau umbai cacing adalah suatu organ yang terdapat pada sekum yang terletak pada proximal colon. Apendix dalam bahasa latin disebut sebagai Appendix vermiformis, ditemukan pada manusia, mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Apendiks pada awalnya dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobin (Ig-A) walaupun dalam jumlah kecil. Apediks berisi makanan dan mengosongkan diri secara teratur ke dalam sekum. Karena pengosongannya yang tidak efektif, dan lumennya kecil, apendiks cenderung menjadi tersumbat dan terutama rentan terhadap infeksi.
B.     PATOFISIOLOGI
Apendik belum diketahui fungsinya, merupakan bagian dari sekum. Peradangan pada apendik dapat terjadi oleh adanya ulserasi dinding mukosa atau obstruksi lumen (biasanya oleh fecolif/faeses yang keras). Penyumbatan pengeluaran sekret mukus mengakibatkan perlengketan, infeksi dan terhambatnya aliran darah. Dari keadaan hipoksia menyebabkan gangren atau dapat terjadi ruptur dalam waktu 24-36 jam. Bila proses ini berlangsung terus-menerus organ disekitar dinding apendik terjadi perlengketan dan akan menjadi abses (kronik). Apabila proses infeksi sangat cepat (akut) dapat menyebabkan peritonitis. Peritonitis merupakan komplikasi yang sangat serius. Infeksi kronis dapat terjadi pada apendik, tetapi hal ini tidak selalu menimbulkan nyeri di daerah abdomen.








Masa / tinja / benda asing
ß
Obstruksi lumen apendiks
ß
Peradangan
sekresi, mukus tidak dapat keluar
Pembengkakan jaringan limpoid
Peregangan apendik
ß
Tekanan intra luminal  ­
suplai darah terganggu
ß
Hipoksia
ß
Nyeri
Akut ---- Ulserasi + invasi bakteri
Kronis ---- Nekrose + perporasi



C.    ETIOLOGI
1.        Ulserasi pada mukosa
2.      Obstruksi pada colon oleh fecalit (faeses yang keras)
3.      Pemberian barium
4.      Berbagai macam penyakit cacing
5.      Tumor
6.      Striktur karena fibrosis pada dinding usus
D.    INSIDEN
Apendiksitis sering terjadi pada usia tertentu dengan range 20-30 tahun. Pada wanita dan laki-laki insidennya sama kecuali pada usia pubertas dan usia 25 tahun wanita lebih banyak dari laki-laki dengan perbandingan 3 : 2
E.     PENCEGAHAN
Pencegahan pada apendisitis yaitu dengan menurunkan resiko obstruksi atau peradangan pada lumen apendik. Pola eliminasi klien harus dikaji, sebab obstruksi oleh fecalit dapat terjadi karena tidak adekuatnya diit serat, diit tinggi serat.
Perawatan dan pengobatan penyakit cacing juga meminimalkan resiko. Pengenalan yang cepat terhadap gejala dan tanda apendiksitis meminimalkan resiko terjadinya gangren, perforasi, dan peritonitis.
F.     Potensial Komplikasi
1.      Perforasi
2.      Peritonitis
3.      Dehidrasi
4.      Sepsis
5.      Elektrolit darah tidak seimbang
6.      Pneumoni
G.    PENATALAKSANAAN
1.      Pembedahan diindikasikan bila diagnosa apendisitis telah ditegakkan
2.      Antibiotik  dan cairan IV diberikan sampai pembedahan dilakukan
3.      Analgetik diberikan setelah diagnosa ditegakkan
4.      Apendektomi dilakukan sesegera mungkin untuk menurunkan resiko perforasi.
























DAFTAR PUSTAKA :


Chapter II. Universitas Sumatera Utara.
http://repository.usu.ac.id/bitstream /123456789/19162/4/Chapter%20II.pdf Diakses tanggal 26 November 2010

Craig Sandy, Lober Williams. Appendicitis, Acute. Diakses dari www.emedicine.com, tanggal 23 November 2010.

Katz S Michael, Tucker Jeffry. Appendicitis. Diakses dari: www.emedicine.com, tanggal 23 November 2010.

Perawat_heri. 2009. Apendisitis. http://perawatheri.blogspot.com/ Diakses tanggal 26 November 2010

Perawat_heri. 2006. Apendisitis. http://perawatheri.blogspot.com/ Diakses tanggal 26 November 2007




Tidak ada komentar:

Posting Komentar